“Polemik ADK Memanas” LASBANDRA Bungkam Camat dan Ketua DPRD Sampang Saat Audiensi

Jumat, Januari 31st 2020. | DPRD, Masyarakat, Melayani, Pemerintahan

SAMPANG, Jawapes.co.id – Polemik transparansi penggunaan anggaran Alokasi Dana Kelurahan (ADK) Tahun Anggaran 2019, semakin memanas saja. Bahkan polemik itu sempat saling sikut di internal komisi I dan Ketua DPRD Sampang.

Permasalahan yang masih terus bergulir ini menjadi sorotan dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Coruption Watch (JCW), dan Laskar Pemberdayaan dan Peduli Rakyat (LASBANDRA) di kabupaten Sampang.

Sekitar pukul 11.00 wib, kedua LSM tersebut menggelar audiensi dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang Jawa Timur dan sejumlah pihak terkait mulai Camat selaku Pengguna Anggaran (PA), Lurah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta bagian hukum pemkab setempat. Audiensi tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD di ruang Komisi Besar, Kamis, (30/1/2020).

Fadol, selaku ketua DPRD Sampang menyanggah adanya kabar saling sikut antar anggota DPRD Sampang karena beda sikap terkait ADK tersebut.

“Itu tidak benar, hanya miss komunikasi saja, antar anggota,” kilahnya.

Camat Kota Sampang, Yudhi Adidarta Karma menantang para Audiensi untuk menunjukkan data kegiatan yang diduga tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB) di lapangan.

“Jika memang ada kegiatan yang tidak sesuai silahkan ditunjukkan. Kami juga siap memberikan data. Kelurahan mana, siapa pelaksananya, apa kegiatannya, di mana lokasinya dan berapa dananya,” ungkap Yudhi.

Di tempat yang sama, Rifai Selaku Sekjen LSM Lasbandra, tanpa basa-basi langsung menyebutkan dan menunjukan sebagian data pelaksanaan ADK yang dimilikinya. Data-data yang dimiliknya merupakan data yang diklaim tidak sesuai dengan RAB dan aturan yang berlaku.

“Ini lokasi yang tidak sesuai RAB, di belakang Klinik Nindita, di jalan Imam Ghozali dan di depan pasar deggedek. Ini lagi yang aneh, SP2D sudah keluar di tanggal 27, padahal pada tanggal 30-31 Desember pelaksaan pekerjaan di lapangan masih belum 100 persen,” tegas Rifai membeberkan.

Oleh karena itu, lanjut Rifai meminta kepada ketua DPRD Sampang untuk bersikap tegas, karena ini menyangkut Marwah harkat dan martabat DPRD Sampang.

” Sudah dilayangkan tiga kali surat resmi dari Ketua DPRD, kok masih dibilang miscomunikasi. sudahlah diam saja tidak usah cari alasan kami tau kok siapa di belakang proyek ADK ini yang bikin nyali Ketua DPRD Sampang ciut,” ungkap Rifai menuding.

Terpisah, Aulia Rahman selaku Sektaris Komisi I, ketika di konfirmasi via telepon seluler menyampaikan, dirinya walk out saat berlangsungnya audiensi karena merasa kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang yang terkesan tidak transparan dalam menyikapi persoalan ADK ini.

“Saya keluar dari ruangan itu karena kecewa, terlebih lagi salah satu peserta audensi Rifai memaki-maki secara halus anggota Komisi I dan Ketua DPRD Sampang karena sering dikadalin oleh Camat cs, sehingga dia merasa malu dimana marwah legislatif yang memperjuangkan kepentingan rakyat dimata publik,” ungkapnya. (Moh/tim/red)

Related For “Polemik ADK Memanas” LASBANDRA Bungkam Camat dan Ketua DPRD Sampang Saat Audiensi