Hearing DPRD Sampang Menguak Penyimpangan Pekerjaan Rekanan

Rabu, Oktober 30th 2019. | Daerah, Investigasi, Masyarakat, Pembangunan, Pemerintahan

Jawapes.co.id, Sampang – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang mempertemukan semua pihak terkait permasalahan pembangunan Jembatan Tase’an di ruas Desa Pasean dan Desa Panggung yang menjadi  kendala teknis dalam pelaksanaannya.

Pertemuan bertempat di gedung Aula rapat DPRD Sampang, dihadiri pihak rekanan/pelaksana kegiatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), konsultan pengawas, warga setempat dan LSM Lasbandra.

Dalam aduannya, Achmad Rifa’i selaku Sekjen LSM Lasbandra menanyakan sejumlah item pekerjaan tidak diimplementasikan pihak pelaksana dan diduga ada persekutuan konsultan pengawas di dalam kegiatan tersebut.

“Beberapa item pada pekerjaan stros ada kekurangan kedalaman dan diameternya. Selain itu, ketebalan plat lantai bawah pondasi tidak sampai 30 cm, juga kami menduga kuat tidak adanya pemasangan besi pengikat/angker pada plat pengikat. Serta proses abutment seharusnya ada galian pondasi 1 meter, tapi hal itu tidak dilakukan,” katanya, Rabu (30/10/2019).

Rifa’i melanjutkan, dirinya juga menyampaikan ada sejumlah item pekerjaan lain yang tidak dikerjakan pihak pelaksana. Diantaranya, pekerjaan sayap jembatan yang seharusnya digali kedalaman 1 meter, dengan lebar 1 meter lebih, namun hal itu tidak dilakukan.

Serta, selain hamparan batu dengan campuran adukan semen, saat proses pembuatan abutment tidak sesuai dengan spek, juga ditemukan penggunaan batu pondasi, pada proses pembuatan kepala abutment. Sebabnya, ia menekan dan menyarankan, pihak rekanan untuk dapat membongkar total jembatan yang dimaksud.

“Kalau memang dinas mau mendukung terwujudnya Sampang Hebat Bermartabat wajib dibongkar selagi pekerjaan tersebut masih 10%. Lagian hal itu seperti instruksi Bupati Sampang, yang diberitakan di beberapa media,” tandasnya.

Menanggapi cercaan pernyataan tersebut, pihak PUPR melalui Kabid Jalan dan Jembatan PUPR Sampang, Hasan Mustofa menyampaikan terima kasih atas sikap kepedulian yang dilakukan LSM Lasbandra.

“Sepertinya, laporan dari lembaga sangat detil sekali. Kami sangat berterima kasih, atas adanya informasi ini, mudah-mudahan hal ini menjadi kebaikan kepada kami. Utamanya, agar segala pekerjaan akan menjadi baik dan benar kedepannya,” singkatnya.

Sementara, konsultan pengawas, Ainul Yakin yang juga menjabat sebagai inspektur CV Global Design menjelaskan, beberapa sebagian item pekerjaan memang ada yang tidak sama, seperti hal kedalaman stros jembatan tersebut.

“Untuk kedalaman stros, sebagian ada yang tidak sesuai, ada yang 4 meter, ada juga yang 4,5 meter disebelah utara. Mengenai pengecoran kepala abutment, ini murni kecerobohan tukang di lapangan. Jadi saya tegaskan lagi, bagian abutment yang terdapat batu pondasi, nantinya akan dibongkar,” jelasnya.

Di tempat sama, Faruk selaku Direktur CV Pulau Garam mengungkapkan terima kasih atas adanya laporan LSM Lasbandra tersebut. Pihaknya juga akan lakukan koordinasi lanjutan, hasil dari temuan yang dimaksud.

“Saya bersyukur, adanya laporan ini. Seandainya pekerjaan ini sudah serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) dan dilaporkan, maka saya yang kelabakan. Jadi, saya sangat berterima kasih, dan cap jempol. Nanti kami akan rapatkan gimana keputusannya, apa dibongkar atau tidaknya,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Sampang, Moh Subhan mengatakan, berharap pertemuan ini dapat berdampak positif kedepannya. Serta, dirinya menginstruksikan kontraktor, untuk mengganti dua kali lipat material bekas jembatan lama, yang sudah digunakan pembangunan jembatan tersebut.

“Tolong, kepada pihak pelaksana dan konsultan pengawas, hal ini untuk menjadi catatan. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa hikmah,” tutupnya. (Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Hearing DPRD Sampang Menguak Penyimpangan Pekerjaan Rekanan