Hakim Introgasi Saksi dan Terdakwa Diluar Materi Dakwaan JPU

Sabtu, Januari 30th 2021. | Uncategorized

Jawapes.co.id, Sampang–  Agenda sidang mendatangkan saksi meringankan terdakwa Rodrigo Amaranto terhadap kasus dugaan penipuan dan penyerobotan tanah di Pengadilan Negeri (PN) Sampang terkesan kurang sehat.

Hal itu dikarenakan, terdakwa maupun saksi yang dihadirkan Penasehat Hukum (PH) pihak terdakwa terlihat dipaksa dan digiring layaknya sebuah introgasi dalam penyidikan. Kondisi itu pula membuat penasehat hukum terdakwa menyayangkan sikap hakim yang tampaknya keluar dari materi dakwaan yang dibuat oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU Kejaksaan Negeri Sampang, Anton Zulkarnaen mengatakan, saksi yang didatangkan saat ini  merupakan saksi yang terdapat di BAP dan kemudian dijadikan saksi yang meringankan menurut PH terdakwa. Akan tetapi, fakta di persidangan, saksi yang dihadirkan justru menjadi bahan penguat dakwaan.

“Menurut kami, para saksi itu malah menguatkan dakwaan kami, bahwa perbuatan terdakwa dalam dakwaan itu benar,” katanya.

Sejauh ini, JPU Anton mengatakan, dalam perkara tersebut terdapat dua dakwaan yakni penipuan dan penyerobotan tanah sebagaimana di Pasal 378 KUHP dan Pasal 385 KUHP.

Sementara PH terdakwa Arif Hidayat menyatakan, sikap hakim anggota dalam sidang pledoi kliennya pada Kamis sore, 28 Januari 2021 kemarin, dinilai sangat tidak lazim. Hal itu dikarenakan pertanyaan yang disodorkan kepada saksi yang dihadirkannya cenderung memojokan dan kemudian langsung menyimpulkan tanpa memberikan kesempatan kepada saksi untuk menjelaskan secara rinci dan jelas.

“Dan pertanyaan yang diajukan oleh anggota Hakim di luar dakwaan alias tidak ada korelasinya dengan dakwaan mengenai di pasal 378 KUHP maupun di Pasal 385 KUHP. Jadi kami selaku PH terdakwa sangat keberatan dengan pertanyaan Hakim Anggota bapak Juanda kemarin,” tudingnya dengan penuh sesal.

Menurut PH Arif Hidayat, ketidak laziman yang terjadi dalam persidangan tersebut yaitu ketika pihak majelis hakim melontarkan kata-kata seandainya terhadap para saksi. Padahal menurut hematnya, seorang hakim tidak boleh berbicara seandainya, sebab bahasa tersebut merupakan sesuatu yang akan terjadi kedepannya.

“Sedangkan yang disidangkan yaitu yang telah terjadi dan yang sedang terjadi, ya sebatas itu. Bukan malah yang akan terjadi. Contohnya kemarin, bagaimana seandainya anda mempunyai uang dan sekarang anda membayar sedangkan sertifikat ada di bank, anda tertipu dong. Digiring ke sana, sehingga mau tidak mau saksi terjebak dengan pertanyaan itu dan kemudian hakim menyimpulkan para saksi tertipu,” jelasnya. (301/2021).

Bahkan PH Arif menyatakan, semua pertanyaan yang diajukan pihak majelis hakim kepada saksi layaknya sebuah introgasi seorang penyidik.
“Secara Psikologis, derajat hakim lebih tinggi dari saksi sehingga membuat saksi down dan terjebak dengan apa yang digiringnya,” terangnya. (tim/red)

Sharing is caring!

Related For Hakim Introgasi Saksi dan Terdakwa Diluar Materi Dakwaan JPU