Mengaku Keponakan Bupati Sampang, Konsultan Pengawas dan DPUPR Tutup Mata

Jumat, Oktober 25th 2019. | Investigasi, Korupsi, Pelayanan, Pembangunan

Jawapes.co.id, Sampang – Dibongkarnya beton pada progres pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Tase’an di ruas Desa Pasean dan Desa Panggung, Kabupaten Sampang, merupakan salah satu bukti nyata pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan RAB dan gambarnya.

Seperti yang dijelaskan pada berita sebelumnya, Ainul Yakin selaku pengawas konsultan CV Global Design mengakui dirinya kecolongan lantaran pihak pelaksana saat proses pengecoran, tidak menggunakan batu coral kecil dalam adonannya tapi dengan sengaja menggunakan batu berukuran lebih besar untuk mengakali minimnya penggunaan semen.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Jembatan Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang, Sahrul menyatakan, pembongkaran pekerjaan tersebut demi memperbaiki kwalitas bangunannya. Namun, di sisi lain juga menyampaikan penggunaan batu besar pada adonan cor hanya merupakan siasat untuk melubangi bagisting saja.

“Ya nggak seperti itu juga, saya kira hal itu bukan untuk meminimkan penggunaan semen, tapi untuk melubang bagisting aja. Nah untuk pembongkarannya demi memperbaiki kwalitas bangunan, lagian kan nggak masalah jika dibongkar,” kilahnya.

Sedangkan hasil informasi dilapangan, pembangunan jembatan tersebut, ternyata kuat dugaan menuai segudang masalah mulai awal. Hal itu dibuktikan dari salah satu pernyataan warga sekitar M (indisal red), Dimana dalam pengakuannya, Dia menceritakan di awal pelaksanaan progres, proyek tersebut telah menelan korban dua orang warga setempat.

“Kami semua awalnya tidak tahu kalau ada proyek pembangunan jembatan tersebut, tidak tahunya pelaksana tanpa koordinasi, langsung mendatangkan alat berat. Selain itu, dua orang warga jatuh ke sungai lantaran jembatan sementara yang dibuat, tidak stabil dan bergoyang saat dilintasi warga,” ujarnya, Kamis (24/10/2019).

Saat ditanya mengenai sejauh mana tanggung jawab pelaksana, dalam memperhatikan nasib dua orang warga tersebut. Ia mengungkapkan, selain tidak ada perhatian dari pelaksana, warga juga ketakutan lantaran pihak pelaksana mengaku sebagai keponakan Bupati Sampang, H.Slamet Junaidi.

“Kami takut pak, karena pelaksana selama ini bilang kalau keponakan H.Slamet Junaidi. Lagian, kami dulu memilih beliau untuk jadi Bupati Sampang,” tutupnya.

Perlu diketahui, Pantauan dilokasi pada tanggal 24 10 2019 Jam 16.30 WIB , tidak terlihat ada pembongkaran total, hanya terlihat sedikit bekas dedelan diatas beton kepala abutmen. Hal itu menimbulkan dugaan kuat pembongkaran itu untuk dokumentasi semata, kalau ada pembongkaran agar ketidak seriusan Dinas PUPR Sampang dalam menjalankan Perintah Bupati Sampang, yang menginginkan Kwalitas dan Kwantitas proyek yang baik agar bisa bermanfaat bagi masyarakat luas biar terkesan nyata . (Tim/Red) bersambung.

Related For Mengaku Keponakan Bupati Sampang, Konsultan Pengawas dan DPUPR Tutup Mata