LSM MCW dan LP3D ANGGAP PEMBINAAN LSM  NIHIL MANFAAT

Sabtu, Desember 14th 2019. | Daerah, Lembaga, Masyarakat, Melayani, Pembangunan, Pemerintah, PROFESIONAL

 

Jawapes.co id. Sampang – Gelaran rutinitas tahunan program Pemberdayaan dan peningkatan kinerja Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi kemasyarakatan (Ormas) dengan tema peningkatan peran LSM atau Ormas dalam pembangunan untuk mewujudkan Kabupaten Sampang Hebat Bermartabat oleh Bakesbangpol di hotel Camplong 12-13 Desember 2019 yang dihadiri H. Slamet Junaidi Bupati dan H. Abdullah Hidayat Wakil Bupati Sampang Madura Jawa Timur mendapat tanggapan dari beberapa pendiri LSM di Sampang.

Seperti apa yang disampaikan aktivis senior Sampang MOH. SAKUR selaku Pendiri juga direktur Madura Corruption Wath (MCW) menarik untuk mencermati pertemuan tersebut. Sepertinya topik dan sasaran pertemuan dimaksud Kontraproduktif yg diusung BakesbangPol sebagai penyelenggara, terkait topik Pembinaan. setiap tahun MCW belum pernah menemukan pelanggaran hukum yang ditabrak oleh Ormas atau LSM Sampang selama ini, ironisnya sampai dikatagorikan suasana Sampang tidak kondusif padahal kita semua tahu suasana amat sangat kondusif tentram damai tidak ada konflik yang berarti, teman LSM sangat perduli akan tatanan Birokrasi yg sedang berlangsung.

Namun apabila terdapat temuan yang dilaporkan, bukan berarti kita semua vokal melawan arus melainkan fakta realita yang harus diproses sebagai penyelenggara negara oleh segenap lembaga terkait.

“Kemudian terkait topik “Pemberdayaan” menurut hemat kami sudah cukup berdaya dikarenakan giat aktif dan semangat melaporkan memberi masukan walau kita tahu tidak semuanya dapat direspon dengan positif, perlu untuk dikoreksi pemberdayan seperti apa yg dimaksud yang selama ini tidak tepat sasaran bahkan akan timbul persepsi untuk membungkam semua LSM di Sampang. Apa demi suatu tujuan keamanan dan situasi kondusif dari pantauan dan pengawasan masyarakat agar penyimpangan dan penyalah gunaan wewenang bisa bebas dari hukum.. ? Jelas penuh tanda tanya. Sakur.

Senada juga disampaikan AHMAD NURYADI, SE. Selaku Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Partisipasi Percepatan Pembangunan Daerah (LP3D) Sampang. apalagi saat ini, Sampang tengah banyak bermunculan paham kapitalisme yang sudah tak punya rasa lagi untuk berbagi.
Disinilah pemerintah dituntut untuk lebih bijak memahami persoalan dan lebih jeli secara substansi menilai peran Ormas dan LSM sesuai fakta riil tanpa harus selalu melihat dari pandangan-pandangan negatif hanya berdasarkan pada sudut pandangnya sendiri. Tak perlu pula memunculkan “stigma” yang sangat dangkal, bahwa Ormas dan LSM hanya dianggap sebagai komunitas penghambat pembangunan dan selalu menimbulkan kesan yang selalu negatif tentang sampang.

Lanjut, Pria berambut Gondrong yang akrab dipanggil Yayan. Padahal tugas pembangunan tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi juga menjadi tugas masyarakat dan swasta, dan partisipasi masyarakat seharusnya diberikan porsi yang lebih luas dan leluasa oleh Pemerintah dalam percepatan pembangunan di kabupaten Sampang.

“Sehingga segala kreasi pembangunan di kabupaten Sampang akan lebih optimal berjalan serta terukur indikator kesuksesannya, jika sinergitas antara Pemerintah dan masyarakat telah tercipta tanpa harus terjebak pada suasana “stigma” yang dibuat oleh pihak yang sangat berkepentingan,” Tegasnya. (Red/tim)

Sharing is caring!

Related For LSM MCW dan LP3D ANGGAP PEMBINAAN LSM  NIHIL MANFAAT