Baru Seumur Jagung Ormas Lindungan Bupati Sampang hanya Dijatah Sepuluh Paket, Terindikasi Kocar Kacir?

Selasa, Oktober 13th 2020. | Daerah, Lembaga, Masyarakat, Pemerintah, PROFESIONAL, Sosial

 

Jawapes.co.id. SAMPANG – Hanya diberi jatah kue 10 paket pengawasan proyek dari pemerintah Kabupaten Sampang Jawa Timur, salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang masih seumuran jagung, bisa menjadikan kondisi di internalnya kocar-kacir.

Ormas yang dimaksud adalah Forum Sampang (Forsa) Hebat, dimana pelindung organisasi tersebut adalah Bupati Sampang. Keberadaan ormas yang mayoritas dari berbagai LSM dan sejumlah media Lokal Sampang itu sejatinya diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menjaga kondusifitas dan menetralisir sorotan demi sorotan terhadap kinerja pemerintah. (13/10/2020).

Namun apa jadinya, meski setelah mendapat berbagai fasilitas mewah dari pemerintah, baik berupa dana hibah, mobil operasional hingga kantor untuk ditempatinya.tetapi ketika hanya dijatah dengan 10 paket pengawas proyek, personel ormas itu dikabarkan saling rebutan, membuat kocar-kacir di dalam internal bahkan hingga ada anggota yang keluar dari ormas itu karena menganggap 10 paket jatah proyek tidak mampu memenuhi 83 orang dari 14 bidang dalam ormas itu.

Nurhasan saat dikonfirmasi mengenai ada anggotanya yang meninggalkan ormas yang dipimpinnya mengaku, anggota yang keluar meninggalkan Forza Hebat dinilainya karena tidak sesuai visi dan misi yang sudah disepakati dari awal. Bahkan pihiknya mengklaim hal tersebut karena mereka hanya berorientasi terhadap pekerjaan. “Forsa Hebat dibentuk sebenarnya bukan untuk mencari kerja (proyek). Diberikan jatah pengawasan, itu bukan kami yang minta melainkan kebijakan langsung dari Bupati sendiri,” akunya.

Menurutnya, diterimanya kegiatan itu hanya berdasarkan kebersamaan di Forsa Hebat, bukan milik perseorangan.
“Artinya dikerjakan bersama anggota Forsa Hebat dan dinikmati seluruh anggota. Dan itu pun dilakukan secara terbuka. misal saya selaku ketua Forsa Hebat mendapat jatah sekian persen, itu tidak ada,” katanya.

Lanjut Nurhasan menegaskan, keluarnya sejumlah personel dari Forsa Hebat dikarenakan adanya miskomunikasi yang menjadikan tidak terkaver dalam pekerjaan pengawasan.
“Bahkan ada anggota yang keluar dari Forsa Hebat karena tidak mendapatkan satu paket pekerjaan. Jadi yang keluar itu ada tiga personel dari total keseluruhan 83 orang yang terdiri dari pengurus, pengurus harian, relawan, pembina dan pelindung,” jelasnya.

Di sisi lain, Nurhasan mengaku sangat menginginkan keterbukaan di internal Forsa Hebat sendiri.
“Sebenarnya pekerjaan ini menjadi dilema, dan itupun tidak serta merta kami terima melainkan ditawarkan terlebih dahulu kepada teman-teman. Karena waktu itu teman-teman sepakat, ya akhirnya pekerjaan itu kami terima,” paparnya.(Tim/Red). Bersambung

 

Related For Baru Seumur Jagung Ormas Lindungan Bupati Sampang hanya Dijatah Sepuluh Paket, Terindikasi Kocar Kacir?