Diduga Karena Berani Protes Pemotongan BLT-DD di Desa Banjar Talela, Satu Unit Mini Bus Milik Warga Nyaris Jadi Kerangka

Sabtu, Juni 13th 2020. | Bansos, Covid 19, Daerah, Hukum, Polisi

 

Jawapes.co.id. Sampang – pemotongan bantuan sosial terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) di Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tampaknya berbuntut panjang.
Pasalnya, warga yang menggelar protes adanya indikasi pemotongan BLT-DD di desa tersebut mendapat ancaman bahkan mendapat pelakuan yang tidak mengenakan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal itu terjadi pada mobil mini bus milik Ruk’e, salah satu warga asal Dusun Gungdalem, Desa Banjar Talela.

Berdasarkan pengakuan Ruk’e, peristiwa terbakarnya kendaraan mini bus yang dimilikinya terjadi pada Sabtu tanggal 13/6/2020, pukul 04.00 WIB, pagi-pagi buta.kurang lebih jam 4.00 WIB. Kala itu, mobilnya terparkir di halamannya, namun. Tak disangka suara letusan ban terdengarnya dikala dirinya sedang tidur.

“Saya mendengar bunyi ledakan, lalu keluar dari dalam rumah dan melihat pada bagian depan mobilnya sudah dilalap api,” akunya.

Lanjut Ruk’ mengaku, dirinya sudah biasa memarkir kendaraanya tersebut di halaman rumahnya. Saat itu, tidak ada kecurigaan di dalam benaknya meski sebelumnya pernah melakukan protes terhadap adanya pemotongan BLT-DD di Desa Banjar Talela.

“Awalnya saya tidak curiga jika nantinya bakal ada ancaman jika saya protes pemotongan BLT-DD yang terjadi di desa saya. Tapi tahunya, mobil saya kena imbasnya. Tapi beruntung juga saat itu saya mendengan ledakan ban mobil, sehingga saat keluar rumah, hanya pada bagian depan mobil yang terbakar. Coba jika saya tertidur pulas, bisa jadi mobil saya ludes terbakar tinggal kerangka saja,” geramnya.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM KAKI Sampang, Faruq sangat menyayangkan jika peristiwa terbakarnya mobil warga di Desa Banjar Talela, yang teridikasi dengan peristiwa pemotongan BLT-DD untuk warga miskin di tengah Pandemi Covid-19.

” jika terbakarnya mobil tersebut ada keterkaitan dengan masalah pemotongan BLT DD kami sangat menyangkan, ada apa di balik semua ini. Jika memang ada keterkaitannya, apa yang dialami warga itu bisa berlanjut ke ranah hukum. Dan itu supaya warga lainnya yang mungkin pernah protes adanya indikasi pemotongan BLT-DD bisa terjamin keamanan dan keselamatannya. Kalau dibiarkan, sama saja membiarkan hak warga mendapat jaminan keselamatan terabaikan,” tegasnya.

Saat di konfirmasi Kapolsek Camplong Iptu Tomo membenarkan ada nya hal tersebut.

“Ya mas tadi sudah ke Polsek dan sudah saya perintahkan Kanit untuk menindaklanjuti. Jelas nya.

Untuk diketahui, adanya protes warga terkait pemotongan BLT-DD di Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, yang sempat viral beberapa waktu lalu, kini terus memanas. Bahkan indikasi pemotongan BLT-DD terus menjadi perbincangan hangat. Bahkan diinformasikan bagi warga yang protes akan mendapat ancaman. Sedangkan LSM maupun awak media yang hendak masuk ke lingkaran polemik itu, akan terjadi pengusiran.( Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Diduga Karena Berani Protes Pemotongan BLT-DD di Desa Banjar Talela, Satu Unit Mini Bus Milik Warga Nyaris Jadi Kerangka