Tipidkor Polres Sampang Berusaha Saingi Kinerja Tipidkor Polda Jatim

Minggu, Juli 12th 2020. | DESA, Korupsi, Masyarakat, Melayani, Polri, PROFESIONAL

  

  1.  Foto surat panggilan dari polres Sampang dan Polda Jatim.

Jawapes.co.id, Sampang – Dugaan korupsi terhadap pemotongan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2020 dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang dilakukan oknum Kepala Dusun (Kasun) Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, dengan indikasi perintah Oknum Kepala Desa (Kades) setempat, ternyata mendapatkan respon dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

Namun meski menjadi perhatian hingga pemeriksaan saksi (pelapor) oleh Polda Jatim, kasus dugaan korupsi itu juga terkesan menjadi rebutan Polres Sampang. Hal itu, dibuktikan setelah beberapa hari lalu penyidik polres Sampang juga melakukan pemanggilan sejumlah warga Desa Banjar Talela terkait dugaan korupsi BPNT dan BLT-DD yang terjadi di desa tersebut. (12/07/2020).

Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kabupaten Sampang, Faruq mengaku beberapa hari lalu mendapat surat panggilan Tipidkor Polda Jatim, pada 8 Juli 2020, yang menindaklanjuti surat pelaporannya. Akan tetapi, sehari setelah pemanggilan dirinya ke Mapolda, Polres Sampang juga menggelar pemanggilan terhadap warga untuk proses klarifikasi.

“Herannya lagi, nama warga yang dipanggil Polres Sampang, justru merupakan nama warga yang tertuang dalam berkas pelaporan kami ke Polda Jatim. Dan pelaporan kami hanya ditujukan ke Polda Jatim, tapi kenapa Polres Sampang, ikutan menindak lanjuti perkara kami. Padahal berkas belum dilimpahkan ke Polres Sampang oleh pihak Polda Jatim,” ujar Faruq heran dan penuh keanehan.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kanit III Tipidkor Polres Sampang, Ipda Indarta tidak bisa memberikan keterangan perihal siapa pelapor dugaan korupsi yang terjadi di Desa Banjar Talela. Pihaknya hanya menyampaikan akan ada sanksi pidananya jika membocorkan nama pelapor dan terlapor dalam kasus dugaan korupsi. Bahkan ketika disinggung bahwa pihak Polda juga memanggil Pelapornya, justru penyidik mendapatkan informasi tersebut dari rekan awak media. Selain itu  menambahkan, kalau Polda Jatim juga mengetahui kasus itu, maka pihaknya mengaku akan bsrkoordinasi dengan Polda Jatim.

“Tentunya saya akan melaporkan kepada Pimpinan. Apakah yang nangani itu Polda apa Polres nantinya, karena pelaporannya itu sama. Yang jelas saya juga baru tahu ini, kalau pelimpahannya belum ada,” dalih Ipda Indarta.

Terpisah, Rifai Sekjen LSM Lasbandra saat ditemui di salah satu ruangan Opsnal Paminal Polda Jatim meminta kepada LSM Kaki untuk bersabar dan berpikir jernih. Bahkan Rifai meminta pelapor LSM Kaki untuk selalu mempercayai kinerja Polri, baik polres Sampang maupun Polda Jatim terkait dugaan kasus yang menyeret ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Camplong Sampang tersebut.

“Sambil menunggu seri berikutnya, Kami tetap mendukung LSM KAKI untuk melakukan klarifikasi ke warga yang sudah di panggil Polres Sampang, dan juga agar melayangkan surat Klarifikasi ke Polres Sampang biar jelas siapa pelapor dan dari mana dasarnya pemanggilan warga tersebut,” tegas Rifai. (Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Tipidkor Polres Sampang Berusaha Saingi Kinerja Tipidkor Polda Jatim