Unjuk Kekuatan, Diduga Mantan Kades Bancelok Jrengik Kerahkan Masa Hadang Rombongan DPRD Sampang Saat Sidak

Sabtu, November 9th 2019. | DESA, Hukum, Lembaga, Masyarakat, Pemerintah

Jawapes.co.id, Sampang Sikap tegas ditunjukkan DPRD Sampang komisi 1 usai mendapatkan laporan adanya penyimpangan pekerjaan proyek di desa Bancelok kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang dengan melakukan inspeksi mendadak (SIDAK), untuk memastikan kebenaran dari informasi yang diterima dari LSM Lasbandra, Jum’at (8/10/2019).

Namun sangat disayangkan, belum sampai di lokasi yang dituju, rombongan dihentikan oleh massa yang mengatasnamakan warga sekitar dengan membawa senjata tajam (SAJAM) dan beralasan khawatir pekerjaan proyek tersebut dibongkar.

R.H. Aulia Rahman Sekretaris komisi l DPRD Sampang yang ikut turun ke lokasi langsung memberikan penjelasan atas maksud dan tujuan rombongan, meskipun di warnai cekcok akhirnya massa mengijinkan untuk ke lokasi dengan ikut mengawasi.

“Syukurlah massa mengerti, meskipun harus cekcok dan kita diijinkan ke lokasi dengan diikuti mereka,” Ucapnya.

Menurutnya, dari kejadian tersebut yang menjadi catatan penting adalah aktor dibalik layarnya, massa yang berkumpul dan menghadang rombongan, sebenarnya mereka tidak tahu apa – apa, toh kita ke lokasi hanya memastikan bukan ranah kita membongkar sebuah pekerjaan.

“Jangan mentang – mentang bisa mengerahkan kekuatan massa dan kita dibenturkan dengan masyarakat awam yang tidak tahu apa – apa, ini negara hukum, dan pemerintah desa adalah ujung tombaknya jadi kami harap profesional dalam menyelesaikan semua masalah yang terjadi.” Terang nya.

Menanggapi hal itu Zainuddin Selaku tokoh masyarakat (Tomas) Kecamatan Jrengik angkat bicara,

“Ini negara hukum, jangan main ancaman dengan mengerahkan masa bawa senjata tajam, apalagi diarahkah kepada Komisi 1 DPRD Sampang yang lagi  menjalankan tugasnya sebagai pengawas anggaran negara. Jelas itu melanggar Hukum, apa lagi membawa sajam itu sudah keterlaluan, kami atas nama tomas jrengik mengecam keras hal itu,  dan harus di proses sesuai hukum yg berlaku,” Ungkapnya.

Disisi lain, terkait adanya  masa pro H. Ismail mantan Kades Bencelok mendapat tanggapan tegas dari Pemuda Sampang Abd hamid, selaku Direktur Lsm  Pusat  Informasi dan Advokasi Rakyat Kabupaten Sampang (PIAR) bahwa dirinya Sangat menyayangkan perilaku dari warga setempat , karena tidak menghargai serta menghormati posisi wakil rakyat (DPRD) atas tindakannya.

“Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya indikasi penyimpangan terhadap pekerjaan proyek yang cendrung tidak sesuai dengan RAB, terlebih ditemukan pencairan 100%, padahal pekerjaan fisik belum 100% selsai, semoga ini menjadi koreksi dan evaluasi bersama, pengalaman 2018 silam, ada tiga titik pekerjaan yang bersumber dari dana desa yang hanya seumur jagung, sudah rusak berat, dana desa di peruntuk kan untuk masyarakat, dalam rangka mempermudah akses perekonomian, Bukan justru membuat susah masyarakat setempat. Hal ini tidak lepas dari ulah mantan  kepala desa bencelok (H Ismail) dalam pengelolaannya, Dana desa bukan dana kepala desa, Sesalnya.

Hal senada disampaikan Rifai sekjen DPP Lasbandra selaku pengadu,  Bisa jadi semua itu akal akalan  H.ismail Mantan Kades Bancelok yang mau menutupi indikasi korupsinya.

“Sejak awal Hearing di ruangan  Komisi 1 DPRD Sampang  bulan Agustus lalu, Ismail sudah ketakutan dan memohon agar tidak ada sidak ke lokasi, karena tidak hanya masalah pekerjaan Fisik Dana Desa (DD) saja yang bermasalah  BPNT, PKH, serta semua Honor  BPD Hampir  3 tahun tidak terbayar,” Jelas Rifai. (Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Unjuk Kekuatan, Diduga Mantan Kades Bancelok Jrengik Kerahkan Masa Hadang Rombongan DPRD Sampang Saat Sidak