Terindikasi Salahi Prosedur,  Satpolairud Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam

Minggu, Agustus 9th 2020. | Daerah, Hukum, Masyarakat, Melayani, Polri, PROFESIONAL

 

Jawapes.co.id, Sampang –
Terindikasi tidak profesional dalam menangani suatu perkara dugaan penyalahgunaan alat tangkap ikan di wilayah Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Jajaran Satpolairud Polres setempat dilaporkan ke Polda Jatim, Sabtu, (8/8/2020).

Sekretaris DPP LSM Lasbandra Achmad Rifa’i menegaskan, pelaporan Satpolairud Polres Sampang, karena terindikasi tidak profesional dalam menangani suatu perkara. Menurutnya, indikasi itu muncul berawal ketika jajaran Satpolairud Polres Sampang mengamankan Amirudin, seorang nelayan asal Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, lantaran memakai alat tangkpa ikan jenis pukat hela. Akibat itulah, nelayan Amirudin kemudian diamankan bersama barang buktinya untuk di proses hukum yang berlaku.

“Akan tetapi faktanya, saat proses hukum hendak ditegakan, Satpolairud terindikasi tidak profesional dalam menangani perkara tersebut. Padahal ada nelayan lain yang juga memakai pukat hela, tapi dibiarkan,” tudingnya.

Tudingan indikasi ketidakprofesionalan pihak Satpolairud ditemukan ketika pihak tersangka hanya dikenakan sanksi tipiring dalam persidangannya dengan hanya membayar uang denda senilai Rp 15 juta.

Bahkan meski telah mendapat putusan PN Sampang, pihak Satpolairud Polres setempat pernah mendatangi rumah terdakwa untuk menawarkan jalan damai dengan hanya membayar uang damai senilai Rp 4 juta, tapi di tolak oleh keluarga terdakwa kala itu.

Tidak hanya itu saja, masih terdapat sejumlah indikasi ketidakprofesional yang dilakukan jajaran Satpolairud diantaranya surat perintah penyidikan pihak Satpolairud yang diduga dikeluarkan usai putusan Pengadilan Negeri (PN) setempat, tidak adanya surat penetetapan tersangka, tidak adanya surat pemanggilan sebagai tersangka maupun ketika menjadi terdakwa setelah dikeluarkanya putusan PN setempat.

“Yang paling heran, terdakwa Amirudin tidak pernah menandatangani berkas Barita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan pihak Satpolairud, Amirudin. Kemudian pula saat persidangannya hanya dua kali tanpa dihadiri saksi-saksi. Proses hukum seperti apa namanya kalau seperti itu. Makanya kami dari Lasbandra melaporkan Jajaran Satpolairud Polres Sampang kepada Kabid Propam, Irwasda, dan Ditpolairud Polda Jatim serta kami tembusi surat pelaporan kami ke Kapolri,” tegasnya. (Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Terindikasi Salahi Prosedur,  Satpolairud Polres Sampang Dilaporkan Ke Propam