Pemotongan BLT DD di Desa Banjar Talela Mulai Diproses Polres Sampang

Kamis, Juli 9th 2020. | Korupsi, Masyarakat, Melayani, Polri, PROFESIONAL

Jawapes.co.id, SAMPANG – sejumlah warga asal Desa banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sekitar pukul 10.00 wib mendadak dipanggil polisi di Mapolres Sampang, Kamis, (9/7/2020).

Usut diusut, pemanggilan sejumlah warga tersebut ke ruang Unit Tipidkor Satreskrim Polres Sampang menyusul beberapa waktu lalu terjadi indikasi pemotongan bantuan sosial BLT-DD di masa pandemi Covid-19, di Desa Banjar Talelah, yang sempat ramai di berbagai media sosial. Indikasi pemotongan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa di desa tersebut saat ini tampaknya mulai ditangani serius ke jalur hukum.

HS, salah satu warga Desa Bajar Talela, mengaku jika pemanggilan dirinya terkait polemik dugaan pemotongan BLT-DD yang dilakukan oleh oknum perangkat desa.

“Saya hanya diminta keterangan soal pemotongan BLT-DD yang dilakukan Apel. Dan saya katakan apa adanya, memang benar jika uang yang diminta oleh Apel Banjar Talelah untuk dibagi dua. Karena itu perintah apel, ya mau gimana lagi. Bahkan saat pencairan bantuan itu di Kecamatan masih diminta lagi oleh RW (inisial) sebesar Rp 50 ribu tanpa ada kejelasan pasti uang itu digunakan untuk keperluan apa,” aku HS, usai mengahadiri pemanggilan di Mapolres Sampang.

Di tempat yang sama, BN (inisial), warga lainnya juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa pemanggilan dirinya berkaitan dengan dugaan pemotongan bansos BLT-DD.
“Iya sama, saya juga mengatakan apa adanya. Memang betul hak saya dibagi dua dan itu berdasarkan perintah apel,” jelasnya.

Sementara Kanit Tipidkor Polres Sampang, Ipda Indarta Hendriansyah membenarkan adanya pemanggilan warga asal Desa Banjar Talelah, Kecamatan Camplong, dalam rangka klarifikasi adanya aduan.

“Masih Proses klarifikasi, kita masih lakukan permintaan keterangan,” katanya singkat.
Menanggapi hal itu, Sekjen

Lasbandara, Rifa’i menyampaikan, pemanggilan sejumlah warga asal Desa Banjar Talela, oleh aparat polisi menunjukan indikasi pemotongan dana bansos BLT-DD yang diterima para warga di desa tersebut sangat kuat terjadi.

“Indikasi pemotongan di desa itu sempat ramai di berbagai medsos. Karena besaran BLT-DD yang semestinya diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak Covid-19 yaitu senilai Rp 600 ribu, dipotong kisaran Rp 300 ribu. Sehingga KPM pun harus menerima sebesar Rp 300 ribu. Besaran nominal penerimaan itu malah tidak diketahui oleh pihak Kades,” katanya.

Perlu diketahui, semua warga yang dimintai keterangan oleh polres Sampang terkait pemotongan BLT-DD Desa Banjar Talela adalah warga yang mengadu kepada LSM KAKI, dan hal tersebut sudah ditangani oleh Unit I
Subdit III Tipidkor Ditreskrimsu Polda Jatim pada 8 Juli 2020.
(Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Pemotongan BLT DD di Desa Banjar Talela Mulai Diproses Polres Sampang