Pasien Dikarantina Tanpa Pemberitahuan Kepihak Keluarga, Mendapat Tanggapan Dari Kadinkes Provinsi

Jumat, Mei 8th 2020. | Daerah, Kesehatan, Masyarakat, Pelayanan, Pemerintah

Jawapes.co.id. Sampang — Amburadulnya koordinasi pemindahan perawatan seorang pasien bernama Nurul Qomariyah (35), warga Desa Taddan, Kecamatan Camplong dari RSUD Dr Mohammad Zyn ke Balai Latihan Kerja (BLK) membuat keluarga pasien mengamuk.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawapes kemarahan keluarga korban dipicu emosi karena pemindahan tersebut tidak ada koordinasi langsung dengan pihak keluarga.

Ririn salah satu keluarga pasien, menceritakan asal mula kejadian tersebut, bahwa pasien masuk rumah sakit pada hari Rabu (06/05) kemarin dan ditempatkan di ruang Anggrek rumah sakit Dr Mohammad Zyn. Menurut dia, pihak rumah sakit juga sudah melakukan rapid test dengan hasil negatif.

“Berdasarkan penjelasan dari pihak rumah sakit, setelah dilakukan rapid test hasilnya negatif,” katanya saat dikonfirmasi pada Kamis (07/05/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun, Ririn kaget setelah beberapa saat kemudian pasien sudah tidak ditemukan lagi diruangannya. “Awalnya saya dipanggil untuk tandatangan dan saat itu tidak ada penjelasan apapun dari pihak rumah sakit, setelah saya masuk lagi ke ruangan tahu-tahu pasien sudah tidak ada,” bebernya.

Pihaknya menyayangkan sikap rumah sakit yang tidak transparan terhadap keluarga pasien, bahkan pihak rumah sakit juga tidak merawat pasien dengan baik.

“Ditengah situasi wabah virus corona sekarang ini jangan semena-mena mengategorikan ODP dong, bikin resah saja,” kesalnya.

Diketahui, pasien diduga mengidap penyakit paru-paru kotor, hingga dilarikan ke RSUD Dr Mohammad Zyn. Namun, saat ini yang bersangkutan tidak ada keluhan. Dia juga tidak dipasangi alat apapun.

Saat di konfirmasi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sampang H Djuwardi selaku Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang mengatakan jika dirinya belum mengetahui pasti.

“Infonya dari tim medis yang nangani rencana hari ini dilakulan swab mas. Tadi malam minta pulang paksa, kami gugus tugas melakukan konseling dan minta untuk tidak pulang, akhirnya keluarga menerima dan sekarang masih dirawat di BLK,” Jelasnya, Jumat (8/5) sekitar pukul 09.28.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr Herlin Ferliana menelusuri bersama tim tracing Propinsi Jawa Timur dr Kohar.

“Pasien Nurul yang menonjol keluhannya mengarah kepada Covid, oleh karena itu tim medis melakukan observasi di BLK, hari ini rencana diswab,” jelasnya. (Tim/Red).

Sharing is caring!

Related For Pasien Dikarantina Tanpa Pemberitahuan Kepihak Keluarga, Mendapat Tanggapan Dari Kadinkes Provinsi