Hakim Tolak Tanggapan JPU Atas Pembelaan Radrigo Amaranto

Sabtu, Februari 6th 2021. | Uncategorized

Jawapes.co.id, Sampang – Sidang pembelaan terdakwa Radrigo Amaranto terhadap kasus dugaan penipuan yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang Madura Jawa Timur berlangsung sengit. (04/02/2021) .

Pasalnya, nota pembelaan terdakwa yang diberikan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) setempat diterima sepenuhnya meski setelah dibacakan, pihak JPU meminta kepada Majelis Hakim dikroscek dan ditanggapinya. Namun permohonan JPU ditolak.

JPU Kejaksaan Sampang, Anton Zulkarnaen saat dikonfirmasi tampaknya mulai irit bicara mengenai proses jalannya sidang tersebut.

“Itu hak terdakwa dan PH untuk menilai, kami sebenarnya telah mengajukan untuk menanggapi namun ditolak oleh hakim, kita serahkan hakim untuk memutuskan siapa yang benar dan yang salah,” katanya singkat.
(05/02/2021).

Sementara PH terdakwa Arif Hidayat menyatakan, dalam nota pembelaannya terdapat beberapa poin penting yang harus diketahui dalam proses peradilan kliennya yaitu di antaranya, mulai keterangan saksi yang tidak sesuai dengan yang dituduhkan kepada kliennya yaitu berupa nominal hutang kliennya kepada saksi H. Umar Faruk. Perbedaan kemudian muncul pada surat dakwaan dan surat tuntutan JPU.

“Artinya terdapat kekaburan hukum di dalam dakwaan dan tuntutan yang dilakukan JPU. Ya bisa dibilang ngawur atau mengada-ada karena terdapat perpedaan yang sangat jelas dan nyata antara keterangan didalam surat dakwaan dan didalam surat tuntutan JPU
terhadap keterangan saksi Umar Faruk,” bebernya.

Lanjut Arif menyatakan, tuntutan jaksa yang menyebutkan terdapat perbuatan penipuan sejatinya tidak bisa dibuktikan dengan jelas di saat pemeriksaan saksi sebab tidak bisa melampirkan dan menunjukan secara terperinci segala hutang terdakwa kepada saksi.

“Semua keterangan saksi umar tidak mampu dibuktikan oleh Jaksa, mulai dari perjanjian kerjasama, proses serah terima uang dalam bentuk nota, kwitansi atau buku rekening dari saksi kepada klien kami,” terangnya.

Tidak hanya itu, pria asal BIMA NTB ini juga membeberkan mengenai saksi ke-6 atas nama Mulyadi. Dalam keterangan saksi terdapat dua keterangan saksi yang berbeda-beda yang terkesan kesaksiannya mengada-ada dan dipalsukan oleh JPU itu sendiri, dimana tercantum dalam surat tuntutan.

“Jadi ini merupakan bentuk rekayasa kasus dan upaya Kriminalisasi terhadap klien kami yang dilakukan penyidik kepolisian sampai JPU,” tudingnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap kepada majelis hakim mempertimbangkan nota pembelaan yang sudah diserahkan.

“Harapannya terdakwa ini bebas tanpa syarat. tapi apapun itu, semua tetap dipasrahkan kepada majelis hakim,” pugkasnya. (Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Hakim Tolak Tanggapan JPU Atas Pembelaan Radrigo Amaranto