Patut di Curigai, Pemkab Sampang Terkesan Tutupi Soal Pasien Corona

Minggu, Mei 3rd 2020. | Daerah, Investigasi, Kesehatan, Pemerintah, Sosial

Jawapes.co.id. Sampang– Pemerintah Kabupaten Sampang dinilai tertutup dalam membuka informasi ke publik terkait perkembangan virus Covid-19. Fakta terbaru, mencuat kabar terkait salah satu warganya yang tengah menjalani perawatan di ruang isolasi Balai Latihan Kerja (BLK) kini telah meninggal dunia, kabar tersebut di perkuat oleh munculnya pemberitaan di beberapa media online.

Dalam pemberitaan tersebut, Djuwardi juru bicara Gugus Covid-19 Kabupaten Sampang mengatakan bahwa pasien yang berinisial SL (65) warga jalan Imam Ghazali, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sebelumnya pernah dirawat di salah satu rumah sakit diwilayah tersebut.

“Setelah itu dirujuk ke ruang isolasi di BLK, namun tak berapa lama di rawat di BLK pasien sudah meninggal dunia,” jelasnya, Sabtu (2/5/2020).

Menurut Djuwardi, pasien masuk BLK pada Sabtu sore (2/5/2020), yang sebelumnya pasien di vonis karena infeksi penyakit paru. “SL sebelumnya sudah tidak mau makan selama 3 hari,” bebernya.

Lanjut Djuwardi, SL setelah di rapid test memang ada reaksi, makanya kita berjaga jaga dan langsung dibawa ke BLK. “Belum di Swab, SL sudah meninggal dunia,” tandasnya.

Sementara itu, Arip salah satu warga sekitar pemakaman mengatakan bahwa dalam pemakamannya ada keanehan karena pemakaman itu dilakukan dengan cara protokol Covid-19 yang membuat resah masyarakat.

“Kesannya terlalu berlebihan, padahal pasien tersebut kan masih belum dinyatakan positif atau negatif,” ungkapnya.

Pihaknya bertanya tanya, tidak adakah perbedaan antara terpapar dengan negatif covid-19. Makanya, dalam pelaksanaan pemakaman itu layak di pertanyakan oleh warga.

“Jika memang meninggalnya bukan karena Covid-19, kenapa cara pemakamannya begitu??? Ini justru berlebihan dan membuat masyarakat bertanya,” ujar Arip.

Menurut Arip, jika dalam pelaksanaan pemakaman tersebut memakai protokol Covid-19 harusnya juga semua SOPnya diikuti. “Tapi kenapa kok keluarga pasien tidak di isolasi dan justru dibiarkan ikut ke pemakaman bahkan terjadi kontak langsung dengan warga sekitar,” ujarnya.

Arip berharap, Pemkab Sampang bisa memberikan informasi dan data terkait penyebaran virus Covid-19 yang transparan dan valid. Karena, hal itu sangat berguna dalam memberikan kesadaran terhadap masyarakat untuk tetap waspada.

“Jadi sangat bermanfaat, yang pertama bisa mengetahui sebaran-sebaran, misalnya dimana sebaran-sebaran itu akan memberikan warning kepada masyarakat. Sehingga dengan data-data tersebut masyarakat bisa meningkatkan ketahanan tubuh dan sebagainya,” tutupnya. (Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Patut di Curigai, Pemkab Sampang Terkesan Tutupi Soal Pasien Corona