Dikenal Kota Santri, Aktivitas Pelacuran di era Sampang Hebat dan Bermartabat Masih Meriah

Jumat, Oktober 2nd 2020. | Covid 19, Daerah, DESA, Masyarakat, Pemerintah, PROFESIONAL

 

Jawapes.co.id, Sampang, dikenal dengan Slogan Sampang Hebat dan Bermartabat, Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, di era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat periode 2019- 2024, gencar serukan persoalan Ibadah.

Bahkan di berbagai kesempatan mengisi acara dan kegiatan, orang nomor satu di Sampang ini selalu mengingatkan pegawainya untuk bekerja dengan ibadah, terlebih dalam melayani masyarakat pada umumnya.
Namun apa yang diserukan pimpinan daerah tersebut, justru bertolak belakang dikarenakan keberadaan lokalisasi di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, yang bebas dijajakan di wilayah Kabupaten Sampang yang dikenal dengan kota santri itu. Bahkan keberadaan tempat esek-esek itu dirasakan sangat meresahkan warga sekitar.

Berdasarkan hasil investigasi di lokasi, salah satu rumah di Dusun Rabajate, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, yang diketahui pemiliknya H. Thalib, menyediakan fasilitas esek-esek untuk pemuas nafsu bagi Laki-laki hidung belang dengan hanya tarif Rp 150 ribu sekali crot. Bahkan di lokasi itu, tersedia enam pelacur yang siap melayani lelaki pencari nafsu setiap saat.(01/10/2020).

Herannya, lokalisasi tersebut sebenarnya sering digrebek oleh aparat penegak hukum dan Perda. Saat penggrebekan, mucikari dan para pekerja sex serta para hidung belang digelandang ke kantor polisi. Akan tetapi keberadaan lokalisasi tersebut cukup aneh, sebab hingga saat ini terus berkepanjangan. Bahkan aktifitas itu tekesan dibiarkan dan sengaja dibiarkan karena diduga sudah membayar upeti ke oknum tertentu.

Kondisi itu bukan hanya sekedar omongan saja, hal itu dibernarkan oleh Arif, warga Dusun Rabajate, Desa Taddan, Kecamatan Camplong. Ia menyatakan, meski rumah tempat pelacuran  tersebut pernah digrebek oleh pihak keamanan, baik oleh polsek setempat maupun penegak perda Satpol PP, tidak menjadikan pemilik rumah jera bahkan terkesan kebal hukum.

Dirinya juga mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, prostitusi di daerah justru semakin merajalela karena non stop setiap hari melayani pria hidung belang.
“Aktivitas pemuas nafsu masih buka nonstop setiap hari, dengan tarif yang sudah ditetapkan 150 ribu untuk jasa pelacur sekali melayani  laki-laki hidung belang,” ungkapnya.

Adanya aktifitas itu,  Arif mengaku resah sebab pihak keamanan baik dari polisi, Satpol PP maupun pihak keamanan lainnya terkesan melempem karena dibiarkan begitu saja.
“Sudah lama aktivitas tempat pelacuran itu mas, hanya waktu tahun 2019 lalu saja yang di grebek oleh Polsek camplong, tapi sekarang aktivitas esek-esek itu kembali normal seperti biasa, walau di masa pandemi Covid 19,” keluhnya resah. (Tim/Red)

Sharing is caring!

Related For Dikenal Kota Santri, Aktivitas Pelacuran di era Sampang Hebat dan Bermartabat Masih Meriah