Terindikasi Rugikan Negara, Kejaksaan Sampang Mulai Bertindak

Kamis, Juli 2nd 2020. | Daerah, DPRD, Investigasi, Korupsi, Pembangunan

   

Jawapes.co.id. Sampang – Proyek jembatan Tase’an di ruas Pasean – Panggung, Kecamatan Kota Sampang, Kabupaten Sampang yang terindikasi merugikan negara 200 juta lebih, kini tengah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Sebelumnya sempat dilaporkan LSM Lasbandra pada 15 Januari 2020 lalu, bahwa ada indikasi tidak sesuai dengan RAB, yang menyebabkan kerugian negara sebesar ratusan juta rupiah.

Kasi Intel Kejari Sampang Ivan Kusumayuda menyampaikan saat ini pihaknya masih sebatas melihat langsung hasil pekerjaan dan mendalaminya berdasarkan dengan data RAB serta dokumentasi yang dilampirkan dalam berkas laporan LSM Lasbandra.

“Baru pertama kalinya kami menindaklanjuti laporan LSM Lasbandra terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pekerjaan proyek jembatan Tase’an ini,” Katanya Rabu (01/06/2020) siang.

Kasi Intel Kejari Sampang berjanji akan mendalami pemeriksaan yang telah dilakukan pada pekerjaan proyek tersebut.

“Kami belum bisa memberikan keterangan apa pun, karena masih mau mendalami hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan ini,” ujarnya.

Sementara Sekjen DPP LSM Lasbandra Achmad Rifa’i menjelaskan proyek senilai Rp712.700.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sampang tahun anggaran (TA) 2019 tersebut, pihaknya menemukan pekerjaan tidak sesuai RAB yang sudah tertuang dalam kontrak pekerjaan proyek.

“Pada pekerjaan struktur, pekerjaan besi, dan pekerjaan tambahan setelah dilihat dan disesuaikan dengan RAB yang ada, ternyata setelah kami hitung ada indikasi kerugian negara sebesar Rp222.156.097,” ungkapnya.

Ia mengaku telah memantau proses pekerjaan proyek jembatan tersebut sejak dari awal dan melihat langsung adanya praktek penyimpangan dalam pekerjaan itu.

“Maka dari itu kami berinisiatif melaporkan pihak Kejari Sampang dan sudah diproses pemeriksaan serta pendalaman atas apa yang sudah kami laporkan. Semoga Kejari Sampang tidak masuk angin dalam melakukan proses hukum ini,” tandasnya.

Perlu diketahui, pelaksanaan proyek ini sejak awal dimulai sudah bermasalah, hingga ada instruksi Pembongkaran dari DPRD Sampang, tapi seperti sengaja dibiarkan oleh Dinas PUPR Sampang walau pelaksanaannya tidak sesuai dengan Gambar dan RAB yang tertuang di kontrak, apa karena pelaksana pekerjaan tersebut mengaku orang dekat Bupati Sampang dan merasa Kebal Hukum? (Red/Tim)

Sharing is caring!

Related For Terindikasi Rugikan Negara, Kejaksaan Sampang Mulai Bertindak