Konsultan Pengawas, Kontraktor dan DPUPR ” Kompak Tantang ” Perintah Bupati Sampang

Jumat, November 1st 2019. | Daerah, Investigasi, Lembaga, Pembangunan, Pemerintah

Foto: H. Slamet junaidi Bupati Sampang

Jawapes.co.id Sampang – Meski telah mendapat masukan dan teguran dari berbagai pihak untuk dilakukan pembongkaran, namun hingga kini pelaksana proyek pembangunan Jembatan Tase’an di ruas Desa Pasean dan Desa Panggung, yang dikerjakan  CV Pulau Garam tetap berjalan.

Bahkan hasil pantau di lokasi, proyek senilai Rp.712.700.000, bersumber dari APBD Sampang Tahun Anggaran (TA) 2019 tersebut progresnya bertambah asal-asalan. Hal ini bertentangan dengan Bupati Sampang, H.Slamet Junaidi, yang mengungkapkan, jika memang ditemukan tidak ada kesesuaian dan kualitasnya jelek, harus dievaluasi dan ditindak. Bahkan, saat mendengar kabar bahwa proyek tersebut tidak sesuai ketentuan, pihaknya langsung perintahkan supaya dibongkar.

“Sejak awal saya selalu mengatakan kepada kontraktor bahwa kualitas dan kualitas. Siapapun, jika sudah diluar ketentuan dan kualitasnya jelek, kami akan sikat,” ungkap H.Slamet Junaidi (dikutip dari media RadarMadura.id).

Selain itu, Faruk selaku Direktur CV Putra Garam menyerukan hal yang sama, yakni proyek pembangunan itu dibongkar. Bahkan, dirinya sangat berterima kasih lantaran temuan dan teguran tersebut terjadi sebelum serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO).

“Saya sangat bersyukur, dengan adanya laporan ini. Seandainya pekerjaan ini sudah serah terima pertama atau PHO dan dilaporkan, maka saya yang kelabakan,” ucapnya saat pertemuan dengan pihak Komisi III DPRD Sampang.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) jalan dan jembatan, Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang, Sahrul menyatakan, pembokaran proyek pembangunan jembatan yang dimaksud, demi memperbaiki kwalitas bangunan tersebut.

Bahkan, dirinya menjelaskan hingga saat ini, pihaknya masih belum menerima hasil laporan dari pihak konsultan pengawas, baik berupa foto ataupun dokumen lainnya.

“Kami masih belum terima apapun dari pihak pengawas. Nah, untuk kepala abutment tetap harus dibongkar,” singkatnya dibalik seluler, (31/10).

Di sisi lain, Sekjen LSM Lasbandra Achmad Rifa’i menilai jika pihak pelaksana telah mengabaikan teguran dan masukan dari berbagai pihak dengan tetap melaksanakan progres kegiatan. Kuat dugaan hal itu dikarenakan pihak pelaksana, merupakan keponakan Bupati Sampang.

“Sudah jelas pada saat hearing dengan komisi III DPRD Sampang mengakui banyak masalah dan ketidak sesuaian dengan gambar serta beberapa dokumen pada saat lelang kok masih mokong  tidak tau malu melanjutkan pekerjaan tersebut, Ini akan mencoreng citra dan martabat kepemimpinan H. Slamet Junaidi sebagai bupati Sampang yang begitu di kagumi oleh masyarakat Sampang,” tandasnya. (Tim/red)

Sharing is caring!

Related For Konsultan Pengawas, Kontraktor dan DPUPR ” Kompak Tantang ” Perintah Bupati Sampang